Mengapa Kita Bisa Kesetrum ?
Presiden Minta Anggaran Pendidikan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, tidak
boleh ada lagi hambatan bagi implementasi anggaran pendidikan tahun
2013. Presiden juga mengingatkan, anggaran pendidikan yang demikian
besar harus tepat sasaran dan penggunaannya memperhatikan
prinsip-prinsip akuntabilitas.
”Anggaran pendidikan itu yang
terbesar, yang tentu harus digunakan tepat waktu dan tepat sasaran,”
kata Presiden, saat membuka sidang kabinet terbatas, Kamis (28/2), di
Jakarta.
Sidang yang khusus membahas masalah implementasi
anggaran pendidikan tahun 2013 itu diikuti Wakil Presiden Boediono,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Keuangan Agus
Martowardojo, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa,
Menko Kesra Agung Laksono, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Menurut
Presiden, pemerintah memiliki target-target yang harus dicapai pada dua
tahun akhir periode pemerintahan sekarang. Target-target itu antara
lain pembangunan infrastruktur pendidikan di seluruh Tanah Air dan
peningkatan mutu pendidikan.
Mendikbud Mohammad Nuh mengakui, ada
sejumlah persoalan yang menghambat implementasi anggaran pendidikan. Ia
mencontohkan, anggaran pelaksanaan ujian nasional tahun ini
dialokasikan bagi 14 juta peserta didik. Dalam rapat koordinasi dengan
Komisi X DPR, ternyata jumlah peserta didik yang akan ikut UN
diperkirakan hanya sekitar 12 juta siswa.
Dengan adanya selisih
yang cukup signifikan itu, Kementerian Keuangan memberikan tanda bintang
bagi alokasi anggaran itu sehingga tidak bisa dicairkan. Setelah
Kemendikbud mengecek ulang, ternyata memang ada penghitungan ganda atas
jumlah siswa yang akan mengikuti UN.
Alokasi anggaran untuk
Kemendikbud tahun ini mencapai Rp 73 triliun. Adapun keseluruhan
anggaran untuk fungsi pendidikan mencapai Rp 330 triliun yang terbagi ke
tujuh kementerian
Sekolah Beri Dispensasi Siswa
"Yang kena banjir, kami tidak akan paksakan untuk masuk. Biar mereka merawat rumahnya dulu," kata
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan belajar mengajar sempat mundur sekitar satu jam dari waktu yang seharusnya karena banyak siswa yang terlambat akibat akses dari rumah menuju sekolah terdapat genangan yang cukup tinggi sehingga harus memutar arah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 70, Saksono Liliek, juga memberlakukan dispensasi bagi siswa yang terkena banjir untuk belajar di rumah terlebih dahulu. Rata-rata peserta didik yang berasal dari SMA Negeri 70 terhambat ke sekolah karena akses dari rumahnya yang dilanda banjir.
"Sampai saat ini belum ada yang rumahnya kena banjir. Tapi aksesnya menuju rumah yang banjir," jelas Saksono.
Begitupula dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Cikini, Bambang Kulup, juga memberi dispensasi bagi murid yang terkena banjir. Namun hingga saat ini, ia mengaku masih belum mengetahui dengan pasti berapa jumlah siswa yang terkena banjir.
"Tentu bagi siswa yang kena banjir kami memahami kondisinya sehingga sementara tak perlu ke sekolah dulu. Tapi untuk jumlahnya belum teridentifikasi," tandasnya.
Pertimbangan Sekolah Yang Tepat
Biaya yang mahal rela ditanggung demi meraih pendidikan yang berkualitas. Namun, sebenarnya apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak Anda?
Psikolog dan pengamat pendidikan anak, Seto Mulyadi, mencatat sejumlah poin kriteria yang bisa menjadi acuan orangtua dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak. Menurut Kak Seto, kriteria-kriteria ini perlu diperhatikan dengan baik.
1. Lihat visi misi sekolah tersebut. Visi misi sekolah akan menentukan kurikulum yang digunakan. Sesuaikah visi misi sekolah tersebut dengan pandangan pendidikan di keluarga dan harapan orangtua?
2. Pertimbangkan sekolah bagus dengan tenaga pengajar yang bagus juga. Guru adalah ujung tombak yang menentukan anak akan belajar dan bermain dengan menyenangkan atau tidak.
3. Perhatikan kondisi sekolah dan lingkungan di sekitarnya, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah. Cukupkah untuk mendukung proses belajar-mengajar yang menyenangkan bagi anak?
4. Perhitungkan jarak sekolah dari rumah. Jangan sampai terlalu jauh sehingga anak lelah di jalan dan tidak semangat belajar.
5. Kenali karakter anak dan kebutuhannya untuk menentukan sekolah yang sesuai dengan anak. Misalnya, anak yang suka bergerak cocok disekolahkan di sekolah alam.
6. Pengenalan akan karakter dan kebutuhan juga membantu mengenali durasi bersekolah dan komposisi durasi pengajaran di sekolah, misalnya dengan untuk menentukan butuh sekolah dengan durasi yang lebih banyak waktu bermain atau belajar.
7. And last but not least, pikirkan matang-matang kemampuan finansial Anda untuk membayar segala biaya yang dibutuhkan, baik uang pangkal maupun uang bulanan ke depannya. Pastikan Anda memiliki sumber-sumber dana yang cukup untuk konsisten membayar ke depannya.
Di masa kini, pertimbangannya bukan lagi sekadar biaya mahal menentukan kualitas. Orangtua harus cerdas melihat seberapa besar dampak yang bisa diberikan sekolah bagi pertumbuhan kecerdasan kognitif dan emosional anak dengan seimbang.
Jika Anda sudah mempertimbangkan ketujuh kriteria di atas, ada satu hal yang paling penting yang harus orangtua pertimbangkan lagi untuk mengambil keputusan. Apa itu? Nantikan artikel: Libatkan Anak Saat Memilih Sekolah.
Lulusan Seskoal Akan Bergelar S-2
Menurutnya, program gelar S-2 nantinya akan mulai dijalani oleh sekitar 170 siswa yang baru akan masuk pada Pendidikan Reguler Ke-51 Seskoal, Kamis (17/1/2013) mendatang, termasuk di antaranya 10 orang siswa dari mancanegara.
"Kita harapkan siswa yang baru masuk ini sudah bisa diberi gelar S-2. Konsep sudah selesai dan tinggal jalan saja. Tapi tentu ada berapa perangkat yang harus kita siapkan," kata lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) ke-29 tahun 1984 tersebut.
Untuk menyambutnya, lanjut Albert, Seskoal mempersiapkan 10 komponen yang terlibat dalam proses pendidikan Seskoal, mulai dari tenaga pengajar atau dosen, sarana dan prasarana pendidikan, kurikulum, fasilitas, koneksi dengan instansi terkait, dan pengesahan secara akreditasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Penyetaraan gelar ini sesuai instruksi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono yang langsung ditindaklanjuti Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Marsetio dengan membuat roadmap pendidikan TNI AL. Selama ini, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Seskoal juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Seskoal merupakan salah satu komponen kekuatan TNI AL yang berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk mampu melaksanakan tugas pengawakan organisasi untuk mewujudkan tujuan dan misi TNI AL.
"Kita harapkan para siswa Seskoal dapat menjadi calon pemimpin TNI AL yang bisa dibanggakan," tandasnya.
Macam Kata Pengantar
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Analisi kekhalifahan setelah jaman nabi", yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari sejarah agama islam.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.
Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.
Makassar 23,09,2013"Penulis"
Kata pengantar makalah sosiologi
Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan sebuah karya tulis sosiologi berjudul "Dampak urbanisasi terhadap pertumbuhan ekonomi mikro"
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini.
Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua
. . . . . . .30-03-2012"penulis"
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”JUDUL MAKALAH”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis (Pak Ihsan,Bu khusniah) yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Surabaya, Juli 2010Penyusunnama sobat
Kata Pengantar untuk Makalah
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pengaruh Kesejahteraan dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru SMP Nesaci Ciawi Kabupaten Tasikmalaya”.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Nesaci Ciawi Tasikmalaya.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada :
1.Ibu Nesaci Selaku Kepala Sekolah SMP Negeri Nesaci Ciawi Tasikmalaya serta segenap jajarannya yang telah memberikan kemudahan-kemudahan baik berupa moril maupun materiil selama mengikuti pendidikan di SMP Nesaci Ciawi Tasikmalaya.
2.Bapak Nesaci, Ph.D., selaku Wali Kelas X SMPN Nesaci Ciawi Tasikmalaya
3.Ibu Nesaci, S.Pd. selaku Guru Mata Pelajaran yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pkiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini
4.Rekan-rekan semua di Kelas X SMPN Nesaci Ciawi Tasikmalaya
Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini
Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
KATA PENGANTARPuji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Dampak Teknologi Terhadap Kehidupan Bermasyarakat. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Informatika.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Bandung, April 2009
Contoh Kata Pengantar Makalah TIK
Kumbakarna
Nasi sudah menjadi bubur, Dewi Sukesi akhirnya mengandung dan melahirkan segumpal darah bercampur dengan sebentuk telinga dan kuku dari rahimnya. Segumpal darah itu menjadi raksasa bernama Rahwana yang melambangkan nafsu angkara manusia. Telinga menjadi raksasa setinggi gunung yang bernama Kumbakarna, ia melambangkan penyesalan ayah ibunya. Sedangkan kuku menjadi raksasa wanita yang bertindak semaunya bernama Sarpakenaka. Rsi Wisrawa dan Dewi Sukesi juga mempunyai seorang putera lagi bernama Gunawan Wibisana. Anak terakhir ini berwujud manusia sempurna dengan wajah yang tampan, karena terlahir dari cinta sejati dan jauh dari hawa nafsu kedua orang tuanya[3].
RSBI Sekolah Unggulan
Nasi sudah menjadi bubur, Dewi Sukesi akhirnya mengandung dan melahirkan segumpal darah bercampur dengan sebentuk telinga dan kuku dari rahimnya. Segumpal darah itu menjadi raksasa bernama Rahwana yang melambangkan nafsu angkara manusia. Telinga menjadi raksasa setinggi gunung yang bernama Kumbakarna, ia melambangkan penyesalan ayah ibunya. Sedangkan kuku menjadi raksasa wanita yang bertindak semaunya bernama Sarpakenaka. Rsi Wisrawa dan Dewi Sukesi juga mempunyai seorang putera lagi bernama Gunawan Wibisana. Anak terakhir ini berwujud manusia sempurna dengan wajah yang tampan, karena terlahir dari cinta sejati dan jauh dari hawa nafsu kedua orang tuanya[3].
Kurikulum Tak Merata
Sosialisasi perubahan Kurikulum 2013 di kalangan guru tidak merata.
Bahkan, dinas pendidikan di daerah pun tak berinisiatif segera
menyosialisasikan kurikulum yang akan diterapkan mulai Juni nanti.
La
Ose, Kepala SMAN 1 Lawa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mengatakan, pimpinan sekolah dan guru-guru di Muna sampai
saat ini belum mendapat sosialisasi perubahan Kurikulum 2013 secara
resmi dari dinas pendidikan.
"Kami mengikuti informasinya di media
dan mengunduh dari internet. Namun, tetap belum memahami apa yang perlu
disiapkan," kata La Ose.
Menurut La Ose, yang juga Ketua
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Muna, sebenarnya
guru-guru belum siap, apalagi jika sampai saat ini belum ada
sosialisasi. Guru membutuhkan pendidikan dan pelatihan yang cukup.
"Bukan
cuma didiklat beberapa minggu. Justru harus ada pendampingan. Apakah
pemerintah menyediakan pendampingan untuk guru supaya siap melaksanakan
perubahan kurikulum," kata La Ose.
Sementara itu, M Arasy, Kepala
SMAN 3 Palu, Sulawesi Tenggara, mengatakan, sudah ada sosialisasi soal
pokok-pokok perubahan kurikulum ke sekolah-sekolah di daerah ini. "Baru
pada tahap itu saja. Untuk persiapan gurunya akan menyusul," kata
Arasy.
RSBI Di Bubarkan
Ia mengatakan akan tetap melanjutkan program sesuai rencana sambil menunggu instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Hanya saja, untuk tahun depan, pihaknya akan menyesuaikan regulasi yang berlaku dan sudah siap untuk hal itu.
"Untuk tahun ajaran ini tinggal selesaikan lima bulan. Untuk 2013/2014 nanti pastinya akan ada petunjuk lebih lanjut. Kami ikuti regulasinya," ujarnya. Bambang menegaskan, tanpa label RSBI atau tidak, pihak SMAN 3 tetap akan mempertahankan prestasi yang sudah ada, bahkan meningkatkannya. Dia bertekad, aktivitas siswa terkait kejuaraan internasional atau prestasi di dunia internasional tetap dijalankan dan mendapat perhatian khusus.
Secara umum, ia yakin, putusan MK tidak berpengaruh besar ke kualitas pendidikan. Hanya saja, Bambang mengkhawatirkan munculnya dampak psikologis terhadap para siswa. "Yang sebelumnya bangga dengan RSBI bisa jadi berkurang. Mungkin akan ada dampak psikologis itu," ujarnya. Kepala SMAN 1 Semarang Kastri Wahyuni juga mengatakan, putusan MK tersebut tidak akan berpengaruh pada pembelajaran. Ia pun tidak mengambil langkah khusus untuk menyosialisasikan kepada orangtua siswa.
Hal senada ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin. Pihaknya masih menunggu instruksi dari Kemdikbud. Ia juga menjamin tidak akan terjadi penurunan kualitas pendidikan meski RSBI dihapuskan.
"Tidak akan ada penurunan kualitas. Pada prinsipnya sekolah bermutu itu akan dibutuhkan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng DIY Budhi Masthuri mengatakan, pihaknya menyambut positif putusan MK tersebut. Secara langsung ataupun tidak langsung, Pasal 50 (3) UU Sisdiknas tentang RSBI itu telah menimbulkan diskriminasi dan biaya tinggi atau komersialisasi dalam pelayanan pendidikan.
"Jajaran terkait diharapkan segera menjalankan putusan MK tersebut agar pelayanan pendidikan di Indonesia lebih berkeadilan sosial," katanya. Di Semarang terdapat 1 SD RSBI dan 4 SMPN RSBI, yaitu SMPN 2, SMPN 5, SMPN 9, dan SMPN 21. Selain itu, terdapat juga empat SMAN RSBI, yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4. SMK yang sudah RSBI adalah SMKN 4, SMKN 6, dan SMKN 7.
Selasa siang, MK mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 Ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dengan dikabulkannya uji materi tersebut, RSBI dibubarkan oleh MK.
Dalam pembacaan amar putusan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Dasar putusan MK, menurut Juru Bicara MK Akil Mochtar, bisa dibaca di berita Ini Alasan MK Batalkan Status RSBI/SBI.
Pengelompokan Siswa SMK
”Pertimbangannya 30 persen saja agar proporsional dan tidak menumpuk di perkotaan. Kita juga realistis karena jumlah SD/ MI sekitar 170.000,” ujar Nuh.Tim penyusun kurikulum internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta para narasumber juga memutuskan penyampaian materi pembelajaran tetap sesuai dengan rencana awal, yakni dengan tematik integratif. Khusus mata pelajaran sains, belum diputuskan apakah akan mulai diberikan di kelas IV, V, dan VI atau kelas V dan VI saja. Keputusan finalnya akan diserahkan kepada Komite Pendidikan yang dipimpin wakil presiden.
Peraturan pemerintah
Untuk mengantisipasi agar kurikulum tidak berganti setiap kali berganti menteri, pemerintah memiliki tiga skenario. Skenario pertama, kurikulum akan ”diamankan” dengan payung hukum peraturan pemerintah.
”Biasanya kurikulum diatur dengan peraturan menteri sehingga ada istilah ganti menteri ganti kurikulum. Dengan PP, diharapkan (kurikulum) tidak serta-merta bisa diubah,” kata Nuh.
Skenario kedua, lanjut Nuh, kurikulum diamankan melalui pelaksanaan yang bertahap dimulai dari kelas I, IV, VII, dan X. Lalu tahun kedua kurikulum baru diberlakukan di kelas II, V, VIII, dan XI. Begitu seterusnya. Adapun skenario ketiga diharapkan dari masyarakat. Kurikulum akan mampu bertahan jika masyarakat punya rasa memiliki.
Di dalam kurikulum yang baru juga ditetapkan tidak ada lagi penjurusan di tingkat SMA/MA.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menjelaskan, siswa dikelompokkan bukan lagi berdasarkan jurusan, melainkan minat IPA, IPS, atau Bahasa. Dengan peminatan ini, siswa tidak lagi harus mengambil satu bidang tertentu, tetapi bisa mengambil lintas bidang.
”Misalnya, anak yang minat IPA nanti bisa ambil mata pelajaran IPS atau Bahasa. Begitu pula sebaliknya. Seperti sistem kredit semester di perguruan tinggi,” kata Hamid.
Nuh kembali menegaskan, bahasa daerah tetap diajarkan di sekolah. Adapun alokasinya waktunya diserahkan ke setiap sekolah karena Kurikulum 2013 merupakan kurikulum minimal yang butuh pengayaan dari setiap sekolah. (LUK)
Deskripsi Text
- Descriptive text
She is a very kind person. She is very lovely, friendly, patient, and she loves to help people. I love my mom, because she is a good example to me. She loves being in the Church, and she loves sing and dance too.
She is a very good child, wife and mother. She always takes care of her family. She likes her house to be clean and organized. She a very organized person, and all things in the house are in the right place. She doesn't like messes.
She always has a smile on her face. She is so sweet and lovely. I like when I am going to sleep or went I wake up or when I am going to go to some places, she always give me a kiss, and when the family have a problem she always be with us to helps us and to give us all her love.
Minat Baca Anak
Kecintaan pada buku dan lingkungan dikembangkan pula melalui pesta kostum karakter dari buku-buku Indonesia. Anak-anak diajak untuk menggali kekayaan isi buku sambil bermain dengan kostum karakter-karakter yang ada di dalamnya, mulai dari Wiro Sableng, Jaka Tarub, sampai Malin Kundang.
Buku anak yang mengandung pesan moral untuk mencintai lingkungan sekitar dan mengangkat wawasan kekayaan alam, akan memberi masukan yang baik soal penanaman karakter anak.
"Buku bacaan menarik seperti buku cerita anak yang membahas binatang, tanaman dan pemandangan alam, tersirat ada pesan bahwa mereka harus melindunginya, terlibat, dan interaksi dengan bumi. Kegiatan tur edukasi tadi misalnya, membuat anak-anak mau bergerak, membaca buku, menghafal lagu, dan mereka menanam pohon,atan tur, Kamis (8/11/2012) siang.
Menurut Dyah, pengetahuan yang diperoleh anak dari buku diperdalam melalui rangkaian kegiatan Tur Edukasi Bumiku Lestari. Tur yang digawangi oleh penyanyi Oppie Andaresta ini kaya akan pesan-pesan yang disampaikan melalui lagu, musik dan kegiatan langsung, seperti daur ulang. Anak-anak berkebutuhan khusus di SD Global Mandiri juga dilibatkan untuk bernyanyi.
"Dalam seminggu, mereka sudah hafal lagunya. Selain dari membaca buku Bumiku Lestari dari WWF, mereka juga setiap harinya mendengar Radio Top Primary, radio sekolah ini. Jadi semakin sering membaca dan mendengar, anak-anak bisa melakukan itu," ucapnya.
Para siswa kelas I-VI juga diajak untuk melakukan aksi menanam pohon. Ada 12 pohon yang ditanam pada hari itu oleh para siswa yang mewakili masing-masing kelas. Setelah itu, para siswa kelas IV, V dan VI melakukan kegiatan daur ulang dari kertas koran menjadi paper bag, membuat pigura dari kardus bekas, serta tempat pensil dari botol bekas.
Selanjutnya para siswa juga diajak menonton film tentang hewan yang hampir langka dan butuh dilindungi bersama. Film orangutan dari Kalimantan membuat anak-anak sadar bahwa ada satawa di muka bumi yang harus dilindungi dari ancaman kepunahan.
Kisi Kisi UN 2012-2013
Di tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Standar Nasional
Pendidikan atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional
2013. Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu
mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa
(20/11/2012).Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat
keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN), tautan berisi
kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.
SK
menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai acuan dalam
penyusunan kisi kisi soal UN dan memiliki masa berlaku selama tiga tahun.Sosialisasi
kisi-kisi soal UN ini sesuai dengan janji Kepala Pusat Penilaian
Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi, pekan lalu. Sebelumnya, rencana
sosialisasi kisi-kisi memang sempat diundur dari bulan Oktober ke bulan
November.
sumber
mengatakan, para guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi ini sebagai
acuan untuk mengajarkan materiyang sesuai kepada siswanya. Selain
melalui situs resmi BSNP dan Badan Penelitian dan Pengembangan
(Balitbang) Kemdikbud, kisi-kisi akan disosialisasikan melalui dinas
pendidikan di masing-masing daerah.
Materi yang dimuat dalam
kisi-kisi dan akan diujikan dalam UN tahun depan pun tidak jauh berbeda
dengan kisi-kisi soal UN 2012. Oleh karena itu, meski soal UN akan
dibuat dalam 20 variasi, menurut Hari, guru dan siswa tak perlu khawatir
Alasan Perubahan Kurikulum
"Alasannya harus benar dan sesuai secara pedagogis. Jangan hanya karena sudah menjadi rencana kerja saja. Penelitian yang mereka lakukan juga apa hasilnya," kata Lody kepada
Menurutnya, penataan pendidikan ini harus diawali melalui masing-masing sekolah terlebih dahulu. Perubahan kurikulum secara nasional ini dinilainya tidak akan dapt diterima baik. Sementara penataan pendidikan dari sekolah akan lebih efektif karena sekolah yang paham benar dengan kondisi yang ada.
"Sekarang diubah semua seluruh Indonesia. Tiap daerah berbeda karakteristiknya. Harusnya ditinjau dulu dan lihat masalah utamanya,"
Sementara itu guru dari Pondok Pesantren Dayah Darul Ihsan Aceh, Mutiara Fahmi Razali, mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Hal ini tercermin dari mudahnya satu kurikulum berubah tanpa didasari alasan.
"Saat di Jepang, saya lihat ada kejelasan visi dan misi pendidikan. Kemudian kurikulum tidak berubah-ubah tiap ganti menteri," jelas Fahmi.
Saat berkunjung ke Jepang, ia sempat berbincang dengan kepala sekolah di sana. Perubahan kurikulum di Jepang sendiri baru terjadi paling cepat setelah 10 tahun. Pasalnya, penilaian kurikulum tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat dan melihat dampaknya secara instan saja.
"Paling tidak 10 tahun baru berganti. Jangan ada masalah sedikit, ganti kurikulum. Kalau begini kasihan anak didik dan gurunya juga," ungkap Fahmi.
perang israel
Sejarah
Mimpi
- (Ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: "Wahai ayahku! Sesungguhnya aku mimpi melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan; aku melihat mereka tunduk memberi hormat kepadaku". Bapanya berkata: "Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, kerana aku khuatir mereka akan menjalankan sesuatu rancangan jahat terhadapmu. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia." Dan demikianlah caranya Tuhanmu memilihmu dan akan mengajarmu tafsir mimpi serta akan menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Yaakub sebagaimana Dia telah menyempurnakannya kepada datuk nenekmu dahulu: Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. (12:4-6)
Yusuf
5 cara menjadi orang sukses
Sukses adalah satu kata yang sangat bermakna bagi banyak orang. Siapa sih yang tidak ingin sukses? Biji yang dilempar ke tanah saja berusaha untuk 'sukses menjadi tanaman', bukan begitu?
Setiap manusia tentunya ingin menjadi orang yang sukses. Baik itu dalam pendidikan, karir, maupun percintaan. Hanya saja keberhasilan dalam mencapai sukses bukanlah hal yang mudah. Namun kenyataanya, banyak orang yang tampaknya mudah untuk meraih sukses, lantas mengapa tidak pada diri sobat? Terkadang saya sendiri sering bertanya-tanya sendiri dalam hati. Kok dia gampang banget sih meraih sukses? Apa itu karena takdir seperti yang dikatakan banyak orang? Jika ini ditanyakan kepada saya, akan saya jawab TIDAK! Sukses bukanlah takdir, tapi tujuan. Siapapun bisa menjadi sukses, asalkan mau berusaha dan bekerja keras.
Jika selama ini sobat masih berpikir bahwa sukses itu merupakan hal yang mustahil, maka saya sarankan untuk menghapus pola pikir itu dan mulai menginstall pola pikir baru bahwa sukses itu bisa diraih siapa saja. Nah, saya ingin berbagi tips 5 cara menjadi orang sukses yang mungkin bermanfaat bagi sobat untuk memotivasi. Silahkan disimak!
- Merubah Mindset/Pola pikir. Pola pikir Anda sangat berpengaruh terhadap kesuksesan anda dalam meraih impian. Jika hati kecil anda merasa tidak memiliki kemampuan untuk meraih sukses, bisa dipastikan anda tidak akan pernah bisa meraih sukses. Bagaimana mau sukses kalau dari hati kecilnya saja sudah ragu untuk sukses?
Untuk bisa meraih impian besar anda harus mampu meyakinkan diri anda bahwa anda bisa meraih kesuksesan itu. Oleh sebab itu ubahlah pola pikir sobat yang selama ini Pesimis menjadi Optimis dan mulailah bermimpi. Jangan takut bermimpi! Karena kesuksesan diawali dari mimpi.
- Berani Menghadapi Tantangan. Sobat perlu mengembangkan kemampuan dengan cara menghadapi tantangan untuk mencegah 'menyusutnya' mental dan rasa optimistis yang sudah sobat bangun. Sudut pandang internal anda tentang seberapa besar atau kecilnya sebuah tantangan akan memiliki pengaruh yang besar terhadap rasa optimistis dan kepercayaan diri anda. Otak kita dapat membuat kita berpikir apakah sesuatu terlihat sangat berat untuk dilakukan, ataupun membuatnya tampak benar-benar bisa dilakukan. Ketika kepercayaan diri anda meninggi, tantangan yang tadinya tampak begitu sulit justru akan tampak menyenangkan dan menggembirakan serta mudah untuk dijalankan.
Coba lihat Bill Gates yang berani mengambil resiko untuk keluar dari Universitas Harvard, tentunya itu merupakan tantangan besar baginya. Dan lihatlah seperti apa dahsyatnya kesuksesan Bill Gates sekarang!
- Melihat Hambatan dari sudut pandang berbeda. Ketika permasalahan datang ketika anda sedang dalam 'perjalanan' menempuh sukses, anda harus melihatnya bukan sebagai dinding penghalang atau blokade jalan seperti yang dipasang oleh polisi, tetapi sebagai bagian dari proses pertumbuhan menjadi sukses. Anda akan menghadapi tantangan yang tak terduga di sepanjang jalan, bagaimana Anda melihatnya akan menentukan apakah Anda terus bergerak maju atau meninggalkan tujuan Anda.
Lihatlah kupu-kupu yang kesulitan keluar dari kepompong. Ia tidak melihat kesulitan itu sebagai sebuah hambatan, tapi sebagai proses dari pertumbuhan. Berlaku demikianlah kita dalam meraih apa yang kita ingin gapai!
- Memelihara rasa keinginan yang kuat. Kembangkan semangat anda yang sangat membara untuk mewujudkan apa yang anda mau. Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan berkumpul diantara orang sukses, agar anda lebih termotivasi.
Belajarlah dari proses ketika seseorang jatuh cinta kepada sang pujaan hati, bayangkan masa-masa ketika ia ditolak olehnya, namun karena rasa keinginan yang begitu kuat hingga anda berhasil mendapatkannya dan mengalami keterlibatan emosi yang luar biasa dengannya, begitupun dalam meraih kesuksesan di bidang lainnya.
- Berkomitmen tinggi. Dengan berkomitmen berarti anda sama dengan 'menginvestasikan' diri anda untuk berkorban dalam dan bekerja keras dalam mencapai sukses yang anda impikan. Jangan setengah-setengah dalam berkomitmen, karena sama saja dengan melakukan hal yang sia-sia, ibaratnya orang yang ingin memaniskan laut yang berair asin.
Ingat, setelah anda meraih sukses, itu artinya anda telah meraih 'ketrampilan hidup maju! Jangan meragukan diri anda, karena siapapun bisa untuk meraih sukses. Tidak ada istilah takdir dan semacamnya. Yakinlah, tidak satupun orang lahir dengan langsung diberi label oleh Tuhan 'ANDA ORANG SUKES'. Salam sukses! :)
contoh proposal kegiatan pramuka
SMK KESEHATAN SOEDIRMAN PURBAALINGGA
SMK soedirman merupakan SMK KESEHATAN satu satunya di wilayah sekrasidenan BANYUMAS dan baru di buka.yang bertempatkan di tempat yang strategis dan mudah di jangkau Dan membuka beberapa jurusa yaitu KEPERAWATAN,FARMASI,DAN REKAYA PERANGKAT LUNAK.Dan fasilitasnya juga sudah terpenuhi ada beberapa ruangan di dalamnya.
misalnya:
- Ruang laboratorium keperawatan
- Ruang laboratorium farmasi
- Ruang labpratorium komputer
- Ruang perpustakaan yang sangat indah
- Ruang kelas yang nyaman dengan fasilitas AC
RENDAHNYA PENDIDIKAN
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Mahalnya biaya pendidikan.
* Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.
* Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3). Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.* Rendahnya Kesejahteraan Guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1,5 juta. guru bantu Rp, 460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan pendapatan seperti itu, terang saja, banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel.
* Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.
* Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
* Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk ‘cuci tang















